Sunday, August 26, 2018


The Kingdoms of Stars

Permulaan

Sebuah cerita tentang dua orang anak manusia yang pada akhirnya harus memenuhi takdirnya. Apakah takdir itu menyedihkan atau malah akhir yang bahagia.
Dimulai dari sebuah kejadian 18 tahun yang lalu. Sebuah malam yang sangat dingin, di mana hujan turun dengan derasnya. Langit berwarna hitam dan tak ada bintang yang terlihat. Bulan pun tak menampakkan wujudnya. Di sebuah rumah kecil sepasang suami istri saling berpelukan dengan tubuh gemetar. Raut wajah mereka terlihat ketakutan. Entah ini akibat dari situasi alam yang sedang buruk atau kah yang lain.
Di tempat lain, di sebuah rumah yang sangat mewah bak istana, berkumpul banyak orang dengan memakai pakaian mewah, makanan dan minuman mahal dan enak tersaji di meja – meja. Suara musik mengalun dengan indahnya. Suatu kondisi yang berbeda dari rumah yang pertama.
Langit entah kenapa seperti mengeluarkan percikan – percikan seperti kilat tanpa ada suara petir satu pun. Langit seolah – olah memercikkan kilauan cahaya yang begitu indah. Semua orang yang ada di rumah mewah itu melihat hal tersebut dan takjub. Mereka tidak tahu yang sebenarnya terjadi.
Di atas langit ternyata terjadi pertarungan antara Corvus sang pemuda tampan dan Aquilla si jendral cantik nan memesona. Corvus ternyata melakukan kejahatan besar di kerajaan Konstelasi bintang. Dia menikam Ophiucus hingga sekarat. Ophiucus adalah sang penyembuh di kerajaan Konstelasi Bintang. Corvus kabur dari kerajaan dan dikejar oleh Aquilla. Kedua bertempur sekuat tenaga.
“Sungguh berani kau! Aku tak akan mengampunimu!” ujar Aquilla. Ophiucus adalah sahabat Aquilla. Dia juga telah mendapat mandat dari kaisar bintang untuk membunuh Corvus. Aquilla yang juga adalah jenderal kerajaan Konstelasi Bintang langsung menjalankan perintah tersebut.
“Dasar pelayan murahan! Kerajaan sudah menjadikanmu seperti pelayan mereka saja. Kau jangan mau diperdaya oleh mereka. Kita bisa jadi sekutu dan membuat kerajaan bersama yang lebih kuat.” Kata Corvua mencoba membujuk Aquilla.
“Aku tak akan jadi penghianat sepertimu, Corvus. Walaupun kita teman tapi jalan kita sudah berbeda. Ke mana pun kau pergi aku akan mengejarmu. Mandat telah diturunkan padaku untuk membunuhmu. Jadi maafkan aku, kawan.”
Keduanya terus bertempur dan terus memercikkan cahaya di langit akibat gesekan dari pedang keduanya.
Pertarungan keduanya ini adalah memang sudah diprediksi Corvus. Selama pertarungan laki – laki itu tersenyum walaupun tubuhnya terluka akibat sabetan pedang Aquilla. Di tempat lain, di kerajaan bintang, Hydra sang penasehat kerajaan sedang berlari menuju ruangan kaisar bintang. Dia membuka pintu ruangan tersebut dan mendapati sang kaisar yang berdiri menghadap jendela dengan kedua tangannya ia silangkan ke belakang. “Yang Mulia! Apa benar Anda memerintahkan Aquilla untuk mengeksekusi Kapten Corvus? Dia adalah orang yang berjasa bagi kerajaan kita. Bagaimana hanya karena satu kesalahan, Anda memerintahkan Jendral untuk menghabisi Kapten Corvus. Tolong pertimbangkan kembali masalah ini!” ujar sang Penasehat Hydra.
Sang kaisar menghela napas panjang. “ Kapten Corvus memang berjasa besar besat bagi kerajaan ini. Tapi kejahatannya menutupi kebaikan yang telah ia lakukan. Aku tidak bisa mentolerir sebuah kejahatan pembunuhan. Apalagi yang menjadi korban adalah Sang Penyembuh.”
“Tapi tuanku Ophiucus masih hidup. Itu berarti tidak ada pembunuhan yang terjadi. Berilah Kapten Corvus hukuman lain, Yang Mulia! Jangan engkau beri ia hukuman mati.” Pinta Hydra sambil menundukkan tubuhnya di hadapan kaisar bintang.
“Tak ada lagi yang perlu dibicarakan! Kau pergilah. Aku, kaisar Cygnus, tak akan menarik kembali perintah yang telah aku titahkan.” Ujar sang kaisar.
Hydra kemudian dengan perasaan kecewa pergi meninggalkan ruangan kaisar bintang dengan wajah yang sedih.
Di lain tempat, pertarungan antara Aquilla dan Corvus masih terjadi. Keduanya tetap bertarung tak peduli luka yang mereka derita sedangkan di rumah, di mana sepasang suami istri yang sedari tadi berpelukan ketakutan mencoba meredam rasa takut mereka karena cuaca yang tak bersahabat dengan ditambah rumah mereka yang kecil dan tua. Ternyata, sang istri sudah akan melahirkan. Sang istri berteriak kesakitan sambil memegang perutnya yang membesar. Sang suami terlihat kebingungan. “Sayang.....bertahanlah! Kita akan segera ke rumah sakit. Tarik napas panjang!” sembari menirukan gaya bernapas wanita yang biasa akan melahirkan. Si istri berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa. Di tempat yang berbeda, istri dari keluarga yang kaya sepertinya juga akan melahirkan.
“Sayaaaaaang!” teriak si istri dari dalam kamar tidur yang terdengar hingga ke balkon rumah, di mana semua orang berkumpul menyaksikan peristiwa menakjubkan yang ada di angkasa. Si suami yang mendengar teriakan si istri bergegas berlari ke kamar tidur. Si suami membuka pintu kamar dan mendapati istrinya terduduk di lantai dengan air ketuban yang pecah.
Di langit, pertarungan antara Aquilla dan Corvus masih terjadi. Keduanya saling mengeluarkan kekuatan masing – masing. Di saat itulah terjadi sesuatu yang tak diduga. Akibat kekuatan, yang ada pada pedang keduanya, yang dikeluarkan terlalu kuat menyebabkan cahaya yang luar biasa terpancar dari pertemuan kedua pedang. Pancaran cahaya itu mendorong Corvus dan Aquilla menjadi cahaya berwarna biru dan hitam. Kedua cahaya itu terpencar jauh terpisah.

To Be Continued .....

No comments:

Post a Comment

Meteor Garden 2018 (Indo Sub) Meteor Garden (2018) / 流星花园 / Liu Xing Hua Yuan CDrama (Dorama) OST Year of release: 2018 Country: Chi...